Siang yang baru saja aku lewati, satu hari yang tak kan terlupakan, ya setelah sekian waktu melangkah gontai dengan beribu gundah geliat. Penantian itu datang, siang yang sedikit mendung, mentari terlalu malu untuk menyaksikan sebuah pertemuan yang sangat berarti. Kurang dari 900 detik, penantianku sungguh berharga mahal. Berlian atau bahkan jamrud yang paling mahal pun tak bisa mengalahkan harga pertemuan ini. Pertemuan yang mungkin jika orang lain berpikir adalah pertemuan yang sepele namun tidak bagiku. Sekali lagi ku tegaskan, pertemuan yang sangat berharga, tentu saja selama aku masih bisa berfikir bahwa dunia ini akan berakhir suatu saat nanti.

Tak kusangka akan terjadi,layaknya musim gugur di Paris, daun-daun yang beterbangan berkejaran tertiup angin, menit demi menit pun berlalu, mulai bicara santai hingga canda dengan gelak tawa, indah sekali. Dalam hati aku masih ingin, ya ingin ini tidak berakhir begitu saja. Harapan untuk sebuah ‘permulaan’ yang baru. Inginku ungkap semuanya, semua yang ku lalui setelah yang terakhir dulu dan ingin ku jelaskan bagaimana aku melalui masa setelah itu. Namun, apalah arti waktu aku hanya bisa mengungkapkannya lewat hati atau ke dua mata ini jika kamu memang mengerti arti dari semua tatapanku tadi. Karna aku tahu, pasti kamu mengerti, aku mengerti kamu, juga dari caramu menatapku, mata tak bisa berbohong. Teringat sebuah ujaran“jika ingin tahu isi hatinya maka yang kau lihat bukan gerak bibirnya tapi tataplah matanya, karna mata dan hati sebenarnya memiliki keterikatan khusus terlebih dalam sebuah perasaaan”. Semakin dalam kau merasakan tatapan itu, semakin dalam juga kau akan mengerti isi hatinya. Begitulah yang aku dengar dari para mistikus cinta.

Mungkin waktu memang kejam, merenggut kesempatan itu untuk melepas semua rindu ini. Tapi tak pantas jika seorang menyalahkan waktu, karna diri inilah yang mengatur waktu dan suatu saat yang kita nanti hanya waktu bukan yang lain. Begitu pun aku, waktu tidak salah, hanya dia sedang menunda atas jawaban yang sebenarnya dari pertemuan itu. Justru aku harus berterima kasih pada-Nya, padamu dan juga pada waktu. Untuk yang terakhir waktu telah menunjukkan seseuatu yang membuat semua indah. Saat itu waktu sangat peduli padaku, dia menghentikan semua yang ada di sekitar ku, kecuali aku dan kamu. Entah hanya sebuah gurauan atau mungkin sebuah pertanda, namun cukup jelas apa yang ku dengar adalah saat terakhir dimana senyuman simpul dan juga tatapan itu tersipu seraya kau ucap,“You are my everything...”

dedicated to my de


Everything
You said wait and I wait for an hour and I do more
You said wait and I wait for a day and I do more


You keep me waiting, It's so annoying
You keep me stay and stuck at here


You break your promise so hard
You hit my heart you take it gone

You take my life, you take my love, you take my heart
You take my soul, you take my world
You take my wings, you take my everything

You take my arms, you take my heart
You take my lips,  you take my kiss,  you take my worlds away
You take my everything, you’ll be my everything, you are  my everything