Posted by
Pradiyan `Beto
In:
Coretanku
Arti Dari Sebuah Pertemuan
Siang yang baru saja aku lewati,
satu hari yang tak kan terlupakan, ya setelah sekian waktu melangkah gontai
dengan beribu gundah geliat. Penantian itu datang, siang yang sedikit mendung,
mentari terlalu malu untuk menyaksikan sebuah pertemuan yang sangat berarti. Kurang
dari 900 detik, penantianku sungguh berharga mahal. Berlian atau bahkan jamrud
yang paling mahal pun tak bisa mengalahkan harga pertemuan ini. Pertemuan yang
mungkin jika orang lain berpikir adalah pertemuan yang sepele namun tidak bagiku.
Sekali lagi ku tegaskan, pertemuan yang sangat berharga, tentu saja selama aku
masih bisa berfikir bahwa dunia ini akan berakhir suatu saat nanti.
Tak kusangka akan terjadi,layaknya
musim gugur di Paris, daun-daun yang beterbangan berkejaran tertiup angin, menit
demi menit pun berlalu, mulai bicara santai hingga canda dengan gelak tawa, indah
sekali. Dalam hati aku masih ingin, ya ingin ini tidak berakhir begitu saja. Harapan
untuk sebuah ‘permulaan’ yang baru. Inginku ungkap semuanya, semua yang ku lalui
setelah yang terakhir dulu dan ingin ku jelaskan bagaimana aku melalui masa
setelah itu. Namun, apalah arti waktu aku hanya bisa mengungkapkannya lewat
hati atau ke dua mata ini jika kamu memang mengerti arti dari semua tatapanku
tadi. Karna aku tahu, pasti kamu mengerti, aku mengerti kamu, juga dari caramu
menatapku, mata tak bisa berbohong. Teringat sebuah ujaran“jika ingin tahu isi
hatinya maka yang kau lihat bukan gerak bibirnya tapi tataplah matanya, karna
mata dan hati sebenarnya memiliki keterikatan khusus terlebih dalam sebuah perasaaan”. Semakin dalam
kau merasakan tatapan itu, semakin dalam juga kau akan mengerti isi hatinya.
Begitulah yang aku dengar dari para mistikus cinta.
Mungkin waktu memang kejam,
merenggut kesempatan itu untuk melepas semua rindu ini. Tapi tak pantas jika seorang
menyalahkan waktu, karna diri inilah yang mengatur waktu dan suatu saat yang kita nanti hanya waktu bukan yang
lain. Begitu pun aku, waktu tidak salah, hanya dia sedang menunda atas jawaban
yang sebenarnya dari pertemuan itu. Justru aku harus berterima kasih pada-Nya, padamu dan juga pada
waktu. Untuk yang terakhir waktu telah menunjukkan seseuatu yang membuat semua
indah. Saat itu waktu sangat peduli padaku, dia menghentikan semua yang ada di
sekitar ku, kecuali aku dan kamu. Entah hanya sebuah gurauan atau mungkin
sebuah pertanda, namun cukup jelas apa yang ku dengar adalah saat terakhir
dimana senyuman simpul dan juga tatapan itu tersipu seraya kau ucap,“You
are my everything...”
You said wait and I wait for an hour and I do more
You said wait and I wait for a day and I do more
You keep me waiting, It's so annoying
You keep me stay and stuck
at here
You break your promise so hard
You hit my heart you take it gone
You take
my life, you take my
love, you take my heart
You take
my soul, you take my world
You take
my wings, you take my everything
You take
my arms, you take my heart
You take my lips, you take my kiss, you take my worlds away
You take my
everything, you’ll be my everything, you are
my everything
This entry was posted on 20.16
and is filed under
Coretanku
.
You can follow any responses to this entry through
the RSS 2.0 feed.
You can leave a response,
or trackback from your own site.
Posted on
-
0 Comments
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar